Informasi Seputar Polyethylene

Informasi Seputar Polyethylene

Polyethylene mungkin merupakan kata yang sudah tidak asing bagi sebagian besar masyarakat kita. Tetapi, bagi masyarakat jamak pada umumnya, kata plastik, sepertinya merupakan definisi yang paling mudah untuk mereka mengerti, walaupun pada dasarnya, plastik sendiri terdiri dari bermacam-macam jenis. Dalam ulasan kali ini, kita akan menggali lebih banyak informasi penting mengenai Polyethylene dan hal-hal yang berhubungan dengannya.

Mengenal Sejarah Polyethylene
Polyethylene pada dasarnya merupakan resin termoplastik yang diperoleh dengan cara polimerisasi gas ethylene (C2H4). Polimer dengan tingkat molekular rendah merupakan cairan yang banyak digunakan sebagai cairan pelumas, sedangkan polimer dengan tingkat molekular sedang adalah lilin yang antara lain berwujud parafin. Polimer dengan tingkat molekular tinggi merupakan bahan yang banyak digunakan dalam industri plastik.

Adalah Hans von Pechmann, seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman yang pertama kali melakukan percobaan dengan cara memanaskan diazometana secara tidak sengaja. Substansi yang dihasilkan berupa bahan berlilin berwarna putih yang mengandung rantai –CH2- yang panjang. Oleh rekannya, yaitu Friedrich Tschirner dan Eugen Bamberger substansi tersebut dinamakan polimetilena.

Reginald Gibson dan Eric Fawcett dari ICI, Norwich di Inggris, secara tidak sengaja juga menemukan substansi yang mirip dengan milik Pechman pada tahun 1933. Substansi tersebut mereka dapatkan secara tidak sengaja juga ketika campuran benzaldehyde dan ethylene mereka paparkan pada tekanan yang sangat tinggi. Akhirnya, adalah Michael Perrin yang pada akhirnya berhasil mensintesis substansi serupa dengan baik pada tahun 1935. Perrin adalah ahli kimia dari ICI, Inggris juga. Sejak 1939 mulai dibuka industri LDPE pertama.

Seperti kita ketahui, plastik, baru mulai mengemuka di seluruh dunia sejak berlangsungnya Perang Dunia ke II yang pada waktu itu merupakan bahan penting untuk penyerap panas terutama sebagai alat penting dalam bidang militer seperti kabel radar. Sejak akhir PD II, plastik mulai dialokasikan untuk berbagai macam kebutuhan dan bebas digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat. Sejak saat itu, baik sektor industri maupun sektor yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat mulai banyak menggunakan Polyethylene. Bahkan di Amerika Serikat sendiri, Polyethylene menjadi plastik pertama yang mencapai penjualan sebesar 1 trilyun poun per tahun.

Dewasa ini, plastik tetap menjadi salah satu penjualan terbesar di negara tersebut, bahkan di hampir semua negara di seluruh dunia. Penggunaan polyethylene sangat beragam dan mencakup berbagai bidang kehidupan misalnya pengepakan film, kantong plastik untuk berbagai macam produk makanan, pakaian dan lain-lain, mainan anak-anak, pipa-pipa yang banyak digunakan dalam industri dan rumah tangga, digunakan juga dalam pembuatan tong-tong besar yang juga dapat dipakai untuk menampung bensin dan masih banyak lagi.

Manfaat dan Dampak Lingkungan Polyethylene
Hingga kini, masyarakat modern masih sangat bergantung pada polyethylene dalam berbagai bentuk dan wujud untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka. Di hampir semua bidang kehidupan, polyethylene selalu hadir dan ada. Mulai dari botol susu bayi hingga perabotan rumah tangga, mulai dari mainan anak hingga pipa-pipa yang digunakan pada pembangunan perumahan dan gedung-gedung tinggi, polyethylene selalu hadir di situ.

Namun, sayang, di balik sejuta manfaat yang ditawarkannya, polyethylene atau plastik menyimpan dampak lingkungan yang hingga kini masih belum ada solusi terbaiknya. Alasan tersebut didasari oleh fakta bahwa produk ini membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai sempurna. Namun, kita masih dapat meminimalisir dampak lingkungan tersebut dengan menggunakan produk berbahan dasar polyethylene dengan bijaksana, salah satunya dengan mendaur ulangnya. Penelitianpun masih terus dilakukan agar menemukan solusi terbaik. Salah satu hal yang melegakan adalah ditemukannya cara pembuatan plastik yang dapat terdegradasi dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu (yang tentunya tidak perlu mencapai ratusan tahun). Hal ini membuat kita tetap dapat memanfaatkan polyethylene dengan maksimal sekaligus melestarikan dan tetap menghijaukan bumi.

 

This entry was posted in Artikel Umum and tagged , , , . Bookmark the permalink.