Daur Ulang Plastik Jenis High Density Polyethylene

Daur Ulang Plastik Jenis High Density Polyethylene

Dari bermacam jenis plastik yang ada, high density polyethylene (HDPE) merupakan yang paling aman digunakan. Kelebihan utamanya adalah sifat tahan terhadap suhu tinggi. Oleh karena itu, jenis plastik ini dipilih untuk bahan produk terutama perlengkapan rumah tangga seperti tempat makan, kantong kresek, botol detergen dan botol susu. Meskipun aman, plastik jenis ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai.

Karakteristik HDPE

Jenis plastik berbahan high density polyethylene lebih dikenal sebagai kantong kresek, shopping bag, kantong asoy dan tas plastik HDPE. Karakteristik dari plastik tipe 2 ini adalah lebih kuat dan lebih buram serta dapat menahan suhu agak lebih tinggi, sekitar 120º Celcius untuk periode singkat da 110º Celcius untuk pemakaian terus menerus. Selain itu, HDPE juga memiliki tingkat ketahanan berbeda berdasarkan isinya, yaitu:

  • Ketahanan sangat baik untuk asam, alkohol dan basis yang cair dan terkonsentrasi.
  • Ketahanan yang baik untuk aldehida, ester alifatik dan hidrokarbom aromatik, keton, mineral dan minyak nabati.
  • Ketahanan terbatas untuk halogenasi hidrokarbon dan zat pengoksidasi.

Selain itu, HDPE (high density polyethylene) juga tersedia dalam berbagai bentuk seperti lembaran, batang dan silinder karena memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

  • Sangat baik untuk banyak produksi terkait makanan dan telah disetujui FDA, NSF dan USDA untuk kontak langsung, tergantung pada kelas bahan.
  • Ketahanan kimia yang baik dan tingkat kekakuannya yang tinggi membuat plastik jenis ini menjadi pilihan yang baik untuk nampan dan tank.
  • Selain untuk kantong plastik, HDPE juga dapat digunakan untuk membuat alat kelengkapan pipa, piring, talenan dan engsel.
  • Dampak ketahanan yang baik, ringan, penyerapan kelembaban sangat rendah dan kekuatan tarik tinggi. Akan tetapi, tidak cukup baik untuk keperluan pengeleman.

Di pasaran, terdapat berbagai jenis plastik HDPE dalam bentuk kantong yang memiliki ukuran lebar rata-rata 10 sampai dengan 120cm. Warnanya juga ada yang bening atau transparan, salur atau aneka motif dan aneka warna. Ciri-ciri plastik high density polyethylene yang baik tentunya tidak berbau, tidak berbintik dan tidak mudah jebol. Dilihat dari kecenderungan masyarakat menggunakan kantong plastik tipe 2 ini, maka bisa dipastikan bahwa jumlahnya sangat banyak. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi banyak kalangan terutama yang memahami dampak penggunaan bahan plastik bagi lingkungan. Oleh karena itu, gerakan daur ulang sangat didukung untuk mengurangi atau menanggulangi kemungkinan buruk tersebut.

Bagaimana mendaur ulang plastik HDPE

Meskipun terbilang aman untuk digunakan, seringnya penggunaan juga dapat membuat HDPE menjadi pemicu masalah penumpukan sampah plastik. Untungnya, plastik berbahan high density polyethylene dapat didaur ulang, sehingga bisa menjadi solusi yang efektif untuk masalah sampah tersebut. Pusat pendaur ulang barang plastik di dunia sangat menerima sampah jenis HDPE karena sifatnya yang mudah untuk didaur ulang. Sebagian perusahaan tersebut justru mengumpulkan produk HDPE dan membawanya ke tempat pengolahan yang besar untuk diproses. Pertama, produk HDPE dipisahkan dan dibersihkan. Selama proses sortisasi, harus dipastikan plastik HDPE saja yang diproses karena apabila terdapat campuran poolimer ain, maka hasil produk dari proses ini akan rusak. Proses selanjutnya adalah pemarutan dan peleburan untuk lebih menyempurnakan polimer HDPE. Setelah itu didinginkan menjadi pelet yang dapat digunakan dalam pabrik.

 

Manfaat Daur Ulang

Ada banyak alasan mengapa mendaur ulang produk high density polyethylene, termasuk kantong plastik sangat disarankan. Salah satunya karena alasan-alasan dasar sebagai berikut:

  • Menghilangkan plastik HDPE dari aliran limbah yang berarti mengurangi biaya pembuangan limbah.
  • Menyediakan sarana untuk menghasilkan pendapatan bagi masyarakat dengan menggunakan jasa mereka untuk memisahkan HDPE dari aliran limbah di TPA.
  • Dengan proses daur ulang, biaya tenaga kerja untuk mengolah sampah di TPA dapat dikurangi.
  • Merampingkan kegiatan pengolahan limbah secara keseluruhan.
  • Membantu keselamatan tempat kerja dan meningkatkan kerapian termasuk pengurangan bahaya kebakaran yang disebabkan oleh penumpukan produk berbahan HDPE.
This entry was posted in Artikel Umum and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.